Showing posts with label Cerpen. Show all posts
Showing posts with label Cerpen. Show all posts

Saturday, October 3, 2015

Guru Kota Magelang Luncurkan Buku Antologi Cerpen

Antologi Cerpen " Seikat Senja Seikat Cerita "
Para guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran Bahasa Indonesia tingkat SMP di Kota Magelang menerbitkan buku antologi cerita pendek berjudul "Seikat Senja Seikat Cerita" untuk memotivasi kalangan pendidik di daerah itu gemar menulis.

"Dengan penerbitan buku antologi cerpen ini, diharapkan bisa menjadi motivasi para guru lainnya untuk gemar menulis," kata Ketua Panitia Peluncuran Buku Antologi Cerpen "Seikat Senja Seikat Cerita" Siti Suratiah di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (2/10/2015).

Peluncuran buku tersebut rencananya pada hari Sabtu (3/10) di aula SMA Negeri 4 Kota Magelang dilanjutkan dengan acara bedah buku itu oleh penulis yang juga dosen Universitas Diponegoro Semarang Triyanto Triwikromo.

Ia menyebutkan 27 guru berbagai mata pelajaran, termasuk guru taman kanak-kanak, antara lain dari Kota Magelang, Kabupaten Magelang, dan Temanggung ikut terlibat dalam penyusunan buku antologi setebal 346 halaman tersebut.

Siti Suratiah menjelaskan tentang proses kreatif dijalani para guru yang menulis cerpen masing-masing untuk kemudian diterbitkan menjadi buku itu, terutama proses kreatif dan gemar menulis sastra.

Sejumlah cerpen karya para guru yang menjadi bagian dari buku tersebut, antara lain berjudul "Makimbaba", karya Jarwanto, guru SMP Negeri 6 Kota Magelang; "Kopi Pahit Bapak", karya Widhi Cahyono, guru SMA Negeri 4 Kota Magelang; dan "Senyum Gunungan Tahu", karya Haryati, guru SMP Negeri 5 Kota Magelang.

Secara umum pesan yang ingin disampaikan para penulis cerpen dalam buku tersebut, kata Siti, antara lain menyangkut pendidikan anak-anak, cinta terhadap lingkungan, dan kepedulian terhadap kondisi sosial kemasyarakatan.

Penerbitan buku antologi itu, lanjut dia, sebagai tindak lanjut atas lokakarya yang diikuti para guru pada tanggal 6 Juni dan 22 Agustus 2015 dengan menghadirkan narasumber Triyanto Triwikromo yang juga penyair dari Semarang itu serta penulis Miranda Harlan.

Ia mengharapkan kalangan siswa di daerah setempat juga tergugah minatnya untuk membaca karya sastra dan menulis cerpen.

"Kegemaran itu terkait dengan penanaman nilai-nilai karakter bangsa," katanya.

Saat peluncuran buku antologi tersebut, kata dia, juga dilakukan bedah buku cerpen pilihan Kompas 2014 yang berjudul "Di Tubuh Tarra dalam Rahim Pohon" oleh Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Pardi Suratno.

Thursday, July 9, 2015

[ Cerpen ] Kamu Yang Ku Tunggu

 hayy hay hayyy .. ketemu lagi dengan gue yang kece badai .. * awwww .. oke hari ini gue akan share sebuah cerpen yaa bisa dibilang cerbung.. oke Cerpennya menceritakan seseorang yang menunggu jodoh yang tak kunjung datang, oke penasaran bagaimana cerpennya ??. Selamat Membaca ^_^


KAMU YANG KU TUNGGU

Pada suatu hari hiduplah sebuah keluarga kaya raya, pasangan tersebut memiliki satu anak gadis cantik yang bernama Pitaloka.  Setiap hari bibi membangunkan gadis itu, “ Non, bangun non sekarang sudah siang. Katanya non ada ujian masuk universitas ? “ ujar bibi. “ Ah bibi , bisa gak sih bangunin akunya nanti aja ? aku kan masih ngantuk.. “ Jawab Pita dengan bantal diwajahnya. “ Tapi non. Sudah ditunggu nyonya dan tuan di ruang makan. “ pinta bibi. “ Iya bi !! saya mandi dulu dan siap siap dulu baru saya turun “ Jawab pita dengan kesal. “ Ya sudah, bibi turun dulu “ Pita tak menjawab bibi , dia hanya menganggukan kepalanya saja. Seusai pita beres, dia menuruni anak tangga yang megah sambil menggunakan dress hitam putih lengkap dengan sepatu hitamnya yang baru dia beli. “ Pita ?! kamu ngapain aja sih ? kok lama banget ? ayah dan bunda udah mau berangkat ke kantor nih “ Ujar bunda dengan nada cemas. “ Maaf ayah , maaf bunda .. habisnya pita sangat masih ngantuk jadi telat. “ Ujar pita dengan penuh kasihan. Diatas piring ada dua kantup roti yang berselai coklat dan segelas susu sapi murni. Setelah pitaloka memakan roti tadi. Akhirnya pita, ayah dan bunda menaiki mobil menuju universitas yang pita sudah daftar. Seusai sampai didepan gerbang universitas pita pamit izin kepada kedua orangtuanya. “ Ayah, Bunda.. Doakan pita agar lulus ujian dan masuk universitas ini ya “ pinta Pita “ Iya sayang pasti bunda dan ayah doakan yang terbaik unuk kamu “ Jawab ayah.. Setelah sekian lama mengikuti tes agar bisa masuk universitas ini akhirnya pitaloka selesai juga. (huh pusing sekali otakku ini.. Semoga aku lulus tes dengan hasil yang terbaik. ) gumamnya dalam hati. 
[ BERSAMBUNG ]

oke sampai disini cerpennya bersambung * Ciee elah kyk sinetron aja pake bersambung segala -_-
besok akan dilanjutin oke ;)